Papua – Memasuki hari ke-5 pascainsiden ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 di kawasan Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana Polda Papua, Puslabfor Polda Papua, Tim DVI, serta instansi terkait terus mengintensifkan upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan penyelidikan penyebab ledakan.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis malam, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan perkembangan terkini penanganan pascaledakan. Hingga hari ini, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak enam orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian dan identifikasi.
“Untuk korban yang sebelumnya masih menjalani perawatan inap, saat ini telah bergabung di posko pengungsian untuk menjalani rawat jalan. Korban mengalami patah tulang dan masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan serta RSUD Biak,” ujar Kapolres.
Dalam operasi pencarian hari ini, tim gabungan kembali menemukan 32 potongan tubuh, dengan rincian 30 potongan tubuh ditemukan oleh Tim Jibom Gegana Polda Papua saat pelaksanaan sterilisasi di area ledakan, sedangkan 2 potongan tubuh lainnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di area pencarian. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk proses lebih lanjut.
Selain itu, posko juga menerima sejumlah barang temuan yang diduga milik korban, terdiri dari tiga buah parang, satu buah pisau, dan dua buah jam tangan.
Sementara itu, Tim Jibom Gegana Polda Papua telah melakukan sterilisasi sekitar 75 persen area terdampak ledakan. Proses sterilisasi akan dilanjutkan pada hari berikutnya untuk menyelesaikan 25 persen area yang masih belum dinyatakan aman.
“Dari hasil sterilisasi hari ini, tim Jibom menemukan 42 serpihan casing proyektil yang selanjutnya akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut,” jelas Kapolres.
Di sisi lain, Tim Puslabfor Polda Papua yang mulai bergabung dalam penanganan kasus ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada radius sekitar 25 meter dari titik sumber ledakan. Dari hasil pemeriksaan awal, tim berhasil mengamankan 20 serpihan logam, dua gergaji besi, dan satu mata gerinda untuk dilakukan penelitian laboratorium forensik.
Peran Tim DVI juga terus dioptimalkan dalam proses identifikasi korban. Pada hari ini, Tim DVI membuka Posko Antemortem di sekitar lokasi kejadian dan telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban serta mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang belum teridentifikasi.
“Besok Tim DVI akan melaksanakan pengambilan sampel DNA terhadap potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi,” tambahnya.
Kapolres menegaskan bahwa pola pencarian masih dilakukan dengan pembagian wilayah kerja. Pada Ring 1, kegiatan evakuasi barang-barang maupun potongan tubuh akan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi keamanan dari Tim Jibom. Sedangkan pada Ring 2, Tim Basarnas dan tim gabungan tetap melaksanakan pencarian dalam radius sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.
Terkait kendala yang dihadapi selama proses investigasi, Tim Puslabfor menyampaikan bahwa secara teknis tidak terdapat hambatan berarti. Namun, olah TKP secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena sebagian area masih menunggu proses sterilisasi oleh Tim Jibom.
Sementara itu, Komandan Tim Jibom Gegana Polda Papua mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi kendala utama dalam pelaksanaan sterilisasi hari ini. Hujan yang mengguyur lokasi kejadian menyebabkan tim hanya dapat melaksanakan kegiatan sterilisasi secara maksimal selama kurang lebih dua jam.
Kapolres juga mengimbau masyarakat yang mengetahui, menemukan, atau masih menyimpan benda-benda yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.
“Kami masih membuka posko baik di lokasi kejadian maupun di Polres Biak Numfor. Apabila masyarakat mengetahui, menemukan, atau menyimpan benda-benda yang diduga peninggalan Perang Dunia II, segera laporkan kepada kami melalui posko, Polres, maupun Polsek terdekat agar dapat ditangani secara aman oleh petugas yang berkompeten,” tegas Kapolres.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. juga mengimbau masyarakat agar tidak mendatangi lokasi ledakan tanpa kepentingan dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada tim gabungan yang saat ini masih bekerja di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang masih dalam proses sterilisasi dan penyelidikan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas karena masih terdapat potensi ditemukannya material berbahaya di sekitar lokasi kejadian,” ujar Kabid Humas.
Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa apabila masyarakat menemukan benda yang diduga merupakan sisa amunisi, bom, granat, atau material peninggalan Perang Dunia II, agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun mencoba membongkarnya.
“Segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan dan peralatan khusus. Langkah cepat masyarakat dalam melaporkan temuan tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa maupun insiden serupa di kemudian hari,” tegas Kombes Pol. Cahyo
Hingga saat ini, seluruh unsur yang terlibat masih terus bekerja secara terpadu guna memastikan proses pencarian korban, identifikasi, sterilisasi lokasi, serta penyelidikan dapat berjalan optimal demi memberikan kepastian bagi keluarga korban dan masyarakat.(FR)





































